Rabu, 18 Januari 2017

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM BUDIDAYA IKAN

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM BUDIDAYA IKAN



Ikan merupakan komoditas perairan sungai maupun laut dimana ikan tersebut dapat berkembangbiak dengan cara melahirkan (vivipar), bertelur (ovipar), dan bertelur melahirkan (ovovivipar), serta ada yang berkembangbiak dengan cara membelah diri (fragmentasi). Ikan saat ini sudah mulai banyak digemari masyarakat untuk dikonsumsi permintaan akan ikan pun sangat meningkat dan belakangan ini beberapa pembudidaya ikan yang baru pun mulai bermunculan. Banyak pembudidaya saling berlomba untuk memfaatkan lahan yang ada oleh karenanya saat ini sudah banyak diperkenalkan cara budidaya ikan.
Budidaya ikan merupakan usaha pemeliharaan atau kegiatan produktivitas perairan yang dihasilkan oleh sekelompok atau individu dalam bentuk pembenihan, pembesaran dan pengolahan disegala aspek akuatik untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam waktu tertentu (Nurhasan,2014).
Banyak pembudidaya ikan mengalami kegagalan dalam usaha tetapi semua itu tidak menjadi suatu kekecewaan akan tetapi ini akan menjadi hal yang baru agar para pembudidaya harus berhati-hati dalam melakukan pemeliharaannya. Biasanya yang menjadi kendala dalam membudidayakan ikan seringkali terjadi sepeti lingkungan yang kurang baik, cuaca yang tidak stabil/tidak normal, kondisi air tidak bagus, kurang memahami dalam teknik budiaya dan lain-lain sebagainya. Dalam usaha budidaya ada kelebihan dan kekurangan diantaranya adalah :
  • Kelebihan dalam budidaya ikan
  1. Dapat membatu ketersedian ikan konsumsi.
  2. Menambah penghasilan masyarakat pembudidaya.
  3. Mudah untuk mendapatkan ikan segar.
  4. Mudah untuk memijahkannya.
  5. Apabila ikan dalam keadaan stres bisa cepat diatasi dan dapat dilakukan pengobatan.
  6. Mudah memilih ikan ukuran konsumsi.
  7. Mudah melakukan penyeleksian induk.
  8. Mempercepat masa panen.
  9. Mudah untuk dipanen.
  10. Mudah dijangkau.
Dalam pemeliharaan ikan kelebihan dalam budidaya ini sangat terlihat sekali dimana budidaya ikan dapat dirasakan oleh masyarakat agar termotifasi untuk membuka peluang usaha budidaya sehingga sedikit-demisedikit dalam sektor perikanan mulai terlihat perkembangannya dimasa yang akan datang. Selain dari kelebihan dalam budidaya ikan kekurangan juga menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan pemeliharaan dalam budidaya ikan.
  • Kekurangan dalam budidaya ikan
  1. Mahalnya harga pakan.
  2. Susahnya Ketersedian benih yang berkualitas.
  3. Besarnya biaya pembuatan kolam.
  4. Waktu pengontrolan setiap saat.
  5. Pemberian pakan harus tepat waktu.
  6. Susah untuk beradaptasi dengan lingkungan.
  7. Tingginya tingkat mortalitas.
  8. Air sering diganti agar kandungan amoniak tidak melebihi.
  9. Tidak semua species ikan bisa dibudidayakan.
  10. Keterbatasan lahan untuk budidaya.
Kelemahan dalam budidaya tidaklah menjadi faktor pemicu kepada masyarakat khususnya pembudidaya menjadi takut untuk melakukan usaha budidaya. Banyak juga pembudidaya yang berhasil dalam melakukan usaha ini pada awalnya mereka juga berpikiran demikian tetapi setelah mencoba akhirnya mereka terus melakukan upaya agar usaha yang mereka lakukan terus berlanjut. Demikian juga sebaliknya sebagian masyarakat juga berpikir dimana kelemahan ini menjadi salah satu faktor untuk tidak melakukan budidaya ikan.
Di Poskan Oleh Munawaroh

Senin, 09 Januari 2017

MENGENAL KEPITING LUNAK

MENGENAL KEPITING LUNAK

Apa sebenarnya kepiting lunak itu ?
Kepiting lunak menjadi tren untuk paa penikmat masakan sea food. Sebelum kita mengenal apa itu kepiting lunak maka kita harus mengenal dahulu sepertinapa itu kepiting. Kepiting termasuk ke dalam golongan binatang yang disebut arthropoda dimana penopang tubuhnya terbentuk dari cangkang yang menyelimuti bagian luar  tubuhnya. Pertumbuhan baginya merupakan hal yang krusial karena untuk tumbuh menjadi lebih besar kepiting harus melepaskan kulit yang lama kemudian kulit baru yang ukurannya lebih besar akan menggantikan tempatnya.

Kepiting lunak atau Peristiwa lain dikenal sebagai molting yang terjadi berkali-kali selama daur hidup kepiting yang frekuensinya menurun dengan  semakin bertambah umur dan ukurannya.

Kepiting lunak atau Molting merupakan salah satu fenomena alami yang sangat menarik untuk diketahui. Data menunjukan bahwa, aktifitas molting kepiting bakau dapat mempunyai dua puncak dalam sebulan yakni pada puncak pasang perbani dan purnama. 

Walaupun tidak semua indifidu mengikut pola tersebut. sesaat sebelum kepiting molting, kepiting telah menyediakan dasar kulit baru di bawah kulit yang lama. Pada saat tersebut kalsium diserap dari kulit yang lama  sehingga menjadi lebih rapuh atau fleksibel. Kulit yang lama terpisah  pada bagian belakang kepiting dan kerapas bagian belakang tersangkut. 

Walaupun demikian, tangkai mata tetap tidak terganti sehingga biasa  digunakan sebagai meletakan tanda/tag pada kegiatan penandaan kepiting.  kepiting bakau mengalami pergantiankulit sekitar 17 kali sampai dengan  umur setahun. Pada tahap awal dari kepiting lunak tersebut merupakan  kondisi yang benar-benar lemah dan rawan terhadap pemanghsa predator,  sehingga untuk beberapa hari berikutnya kepiting dangan cangkang yang lunak akan tetap berbenam diri ke dalam sedimen/lumpur sementara kulit  yang baru mengembang dan semakin mengeras. Karena itu sudah menjadi  pengtahuan umum bahwa kepiting lunak sangat jarang tertangkap dengan  alat tangkap yang dilengkapi dengan umpan. Dalam beberapa hari kemudian,  kepiting lunak akan aktif,dapat menghindar dari predator dan bahkan sudah dapat aktif mencari makan. dalam dua hingga tiga minggu  cangkangnya akan mengeras dan daginganya tumbuh mengisi cangkang baru  yang lebih besar.selama fase itu, kepiting lunak menjadi sangat  berpeluang untuk tertangkap dengan perangkap dan rawan terhadap  kerusakan cangkangnya.

Mengapa kepiting lunak bila tertangkap sebaiknya dilepas kembali ke alam ?
Kepiting lunak hanya menghasilkan daging kurang dari 20% dari bobot tubuhnya  sedangkan kepiting keras akan menghasilkan 25% . menangkap kepiting pada  kondisi cangkan keras akan memaksimumkan produksi untuk jumlah kepiting tertentu.

Disamping itu, kualitas daging dari kepiting  cangkang lunak sangat rendah dibandingkan dengan kepiting cangkang keras. masyarakan mengenal daging kepiting demikian dengan daging berair, lembek, tidak bertekstur, bahkan menyatu seperti jelli sehingga  tidak jarang hanya dibuang. dengan melepas kan kembali kepiting cangkang lunak yang tertangkap ke alam dengan hati-hati, berarti akan memberi  kesempatan kepada kepiting untuk mengeras dan dapat di tangkap di kemudian hari setelah qualitas dagingnya maksimal. 

Bagaimana membedakan antara kepiting cangkang lunak denga kepiting cangkang keras ?
Budidaya kepiting
Kepiting  lunak dapat diidentifikasi dengan jalan memijit/menekan secara perlahan  bagian tubuh kepiting. kepiting lunak yang dipasarkan khusus untuk  komsumsi adalah kepiting  yang baru saja molting atau paling tidak baru berumur 4jam sejak molting .pada kondisi demikian, bagiancangkang kepiting pun lunak apalagi bagian tubuh yang lainnya.

Pada kondisi ini ,kepiting belum mampu melakukan perlawanan apabila diganggu sehingga dialam sangat rawan terhadap pemangsa. berbeda dengan kepiting lunak yang memang diproduksi untuk dikomsumsi, kepiting lunak yang  biasanya tercampur dengan kepiting komsumsi yang di jual di pasaran  biasanya kondisinya sudah lebih baik. Cangkang dan bagian tubuh yang  lainnya sudah mengeras sehingga sudah bisa menghidar dan melawan predator yang mengganggu. Identifikasi kepiting lunak seperti ini sudah  jauh lebih sulit karena hampir seluruh bagian tubunya sudah mengeras  tetapi sebenarnya isinya masih sangat sedikit dan tubuhnya sebagian  besar masih terisi dengan air.

Untuk mengidentifikasikannya, maka  beberapa pijitan dapat dilakukan di beberapa tempat seperti pada ruas  pertama pada kaki-kaki jalan dan kaki renang atau pada bagian dada  kepiting. Apabila bagian-bagian tersebut lentur, maka kepiting tersebut  masih termasuk kepiting lunak. Disamping tanda tersebut, orang yang  berpengalaman dalam penanganan kepiting dapat mengetahui bahwa kepiting  yang kelihatan lebih ringan dibandingkan dengan bobot sebenarnya pada  umumnya adalah kepiting lunak biasanya putih dan bersih, sedangkan  kepiting keras biasanya lebih gelap, kekuning-kuningan, kecoklatan dan bahkan sering ditempili dengan teritip dan alga.

Bagaimana memproduksi kepiting lunak secara massal untuk komsumsi ?
Salah satu sifat yang dimiliki krustase dalam pertumbuhannya adalah ganti kulit atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan molting. Pada kondisi ganti kilut, kulit krutase yang tadinya keras digantikan oleh kulit yang lunak sehingga dikenal dengan "soft shelling crab" yang di indonesia kemudian disingkat menjadi "soka". Karena kulitnya yang lunak, maka dia tidak dapat mencapit dan mudah penanganannya. Kondisi lunak tersebut  hanya bertahan dalam waktu yang singkat kemudian berangsur-angsur  mengeras kembali sebagaimana layaknya kepiting normal sehingga perlu  pengontrolan yang ketat. Produk ini sebenarnya telah lama dikenal terutamauntuk kepiting biru Calinectes sapidus yang ditangkap dari alam  namun karena penangkapan soka dari alam ketersediaannya tidak menentu, maka kemudian dipikirkan untuk dibudidayakan.

Berbagaicara telah  dilakukan untuk mempercepat terjadinya ganti kulit pada kepiting bakau seperti rengsangan melalui manipulasi makanan, manipulasi lingkungan dan  teknik pemotong kaki. Hingga saat ini teknik pemotongan kaki yakni dengan mematahkan capit dan kaki jalan kepiting masih merupakan cara yang paling praktis yang dapat dilakukan untuk mempercepat terjadinya  pergantian kulit dan dapat diterapkan secara massal. Dengan mematahkan  anggota badan kepiting, maka hormon pertumbuhannya akan memacu  pembentukan kembali dari anggota badan yang hilang.

Dengan cara ini, kepiting muda dapat berganti kulit dalam waktu 2-3 minggu tergantung  pada kejelian di dalam memilih kepiting yang sudah mendekati fase ganti  kulit. Karena penggemar soka cukup luas maka produk ini menjadi andalan oleh beberapa negara penghasil kepiting ke depan. Harganya pun cukup menggiurkan yakni sekitar 3-5 USD tergantung pada ukurannya. semakin besar ukurannya semakin tinggi pula harganya.

Namunkarena pergantian kulit kepiting pada ukurannya yang lebih kecil biasanya lebih cepa, maka perkembangan soka biasanya diarahkan untuk kepiting muda dengan bobot 60-150 g/ekor.

Berdasrkan sifat ganti kulit kepiting diatas, maka sejak tahun 90an, produksi kepiting soka telah mulai dikembangkan di indonesia. Walau pun secara ekonomis budidaya soka kelihatan menguntungkan, namun sebagaian besar pengusaha soka tidak bisa bertahan lama. Berbagai kendala dihadapi terutama masalah pasar dan ketersediaan benih yang bersaing dengan kebutuhan komsumsi menyebabkan harga benih di beberapa sentra pengembangan manjadi mahal. Namun semakin membaiknya teknik pembenihan, maka di massa yang akan datang diharapkan hal ini  tidak lagi menjadi masalah. Sedangkan masalah pemasaran, diharapkan  dapat di formulasikan solusinya melalui keterlibatan pembudidaya dan pemerintah.

Produksi dilakukan melalui beberapa tahap seperti :
persiapan tambak,
pemasangan keranjang sebagai wadah yang diapungkan di  dalam tambak,
penebaran benih yang kaki-kakinya telah dipatahkan, 
pemberian pakan,
dan pengontrolan/panen.

Persiapan tambak dapat dilakukan sebagaimana persiapan tambak untuk budidaya bandeng  untuk menghasilkan lingkungan tambak yang baik. Keranjang yang digunakan  dapat berupa keranjang buah lengkeng yang disekat dengan bilah bambu  menjadi 6 kotak untuk mengakomondasi masing-masing satu kepiting per  kotak. Selain itu, saat ini tersedia secara komersial kotak khusus untuk  pemeliharaan soka namun dengan harga yang lebih mahal.

kotak khusus  yang terbuat dari plastik tersebut memungkinkan untuk melalukan  pemeliharaan soka tanpa pemotongan kaki karena dilengkapi dengan penutup  yang kuat dan khusus sehingga kepiting tidak dapat keluar dari kotak  pemelihraan. Keranjang atau pun kotak plastik tersebut kemudian  dirangkai dan diapungkan di dalam tambak. satu hektar tambak dapat diisi  sampai dengan 10.000 kotak atau 10.000 ekor kepiting. setelah  penebaran, dilakukan pemberian pakan berupa ikan rucah dua kali sehari  sebanyak 5-10% dari bobot kepiting. pengontrolan kapiting ganti kulit  dilakukan lebih intensif setelah pemeliharaan memasuki minggu kedua  apabila dilakukan pemotongan kaki atau bulan kedua bila tanpa pemotongan  kaki untuk mengantisipasi adanya kepiting yang ganti kulit.

Apabila  kepiting yang ganti kulit dibiarkan sampai dengan 4jam, maka kepiting  lunak akan mengeras secara perlahan. Dari 10.000 ekor yang dipelihara  dengan pemotongan kaki maka sejak minggu ketiga sampai dengan satu bulan  biasanya terjadi pergantian kulit sekitar 10% perhari atau sekitar 1000  ekor atau setara dengan sekitar 100kg per hari. Namun apabila tidak  dilakukan pemotongan kaki maka biasanya memasuki bulan kedua sampai  dengan tiga bulan masa pemeliharaan akan di dapat kan kepiting lunak  sebanyak sekitar 150 ekor atau setara dengan 15kg per hari. Kepiting  yang dipanen biasanya dapat dipasarkan dalam keadaan hidup maupun beku. 

Berdasarkan hasil pengkajian balai budidaya air payau takalar terhadap pengusaha soka di sulawesi selatan menunjukan bahwa usaha ini  menguntungkan dengan R/C rasio 1,94untuk skala <1000ekor 2="" dan="" nbsp="" skala="" untuk="">1000 ekor.

Sabtu, 07 Januari 2017

Budidaya Ikan Emas, Semakin Mengkilap

Ikan Emas ini merupakan salah satu dari jenis Ikan Air tawar yang sudah tisak asing lagi dan banyak dibudidayakan oleh para petani dan masyarakat lainnya terutama yang memiliki Hoby atau juga sebgai usaha Bisnis untuk mencari dan menambah Pendapatan. Usaha Budidaya Ikan Emas yang dilaksanakan oleh Masyarakat kita juga banyak jenisnya. Mereka masyarakat kita mengusahakan Budidaya Ikan Emas karena Ikan ini banyak disukai oleh Konsumen karena Rasanya yang enak dan nikmat sehingga harga jualnyapun cukup menggembirakan.

Ikan Mas ini  hidup disuatu perairan bebas pada sungai berarus tenang sampai sedang dan area perairan air tawar lainnya, seperti di pinggiran sungai, danau dan waduk. Ikan ini menempati perairan dengan kedalaman yang dangkal sampai sedang, dapat hidup dan berkembang biak diwilayah perairan dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Ikan Mas menyukai perairan yang agak hangat dan keruh yang banyak menyediakan pakan alami. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.

 Tempat yang paling disukai oleh Ikan emas ini biasanya pada suatu perairan yang sifatnya Tawar di area kecil namun cukup dalam dan tempatnya agak terlindung oleh pohon yang rindang juga banyak ditemui dipinggiran sungai yang banyak pelindung termasuk juga di danau yang banyak ditumbuhi pohon teratai. Ikan ini memang suka pada keadaan yang demikian dikarenakan tempat seperti itu banyak ditemukan berbagai makanan alami baik plankton zooplangton maupun phytoplankton disamping sebagai tempat untuk memijah.

karena sifatnya yang demikian dan rasanya juga nikmat sehingga Ikan ini banyak disukai oleh masyarakat sebagai konsumen. Oleh Karena itu Budidaya Ikan emas sangat baik dan merupakan peluang yang sangat tepat dalam menghadapi situasi jaman sekarang akibat kenaikan BBM pada beberapa hari yang lalu. Untuk anda yang sedang mengalami kesulitan dalam meningkatkan perekonomian atau penoingkatan pendapatan keluarga maka budidaya Ikan Emas sangat menjanjikan.


Ikan emas juga jenisnya bermacam macam yaitu Ikan emas Konsumsi dan juga Ikan emas hias. Ikan emas konsumsi terdiri dari 

1. Ikan Mas Punten
 2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya 
3. Ikan Mas Taiwan 
4. Ikan Mas Merah 
5. Ikan Mas Majalaya 
6. Ikan Mas Yamato 
7. Ikan Mas Lokal  dll

sedangkan Ikan Emas Hias terdiri dari
1. Ikan Mas Kumpay 
2. Ikan Mas Kancra Domas 
3. Ikan Mas Kaca 
4. Ikan Mas Fancy 
5. Ikan Mas Koi  dan masih banyak lagi

Karena masyarakat Indonesia dan luar negeri juga suka dengan Ikan Emas baik sebagi konsumsi maupun untuk hiasan maka kesempatan untuk melakukan Budidaya sebagai usaha meningkatkan pendapatan ini sangat cocok bila kita lakukan

Ikan Emas ini merupakan salah satu dari jenis Ikan Air tawar yang sudah tisak asing lagi dan banyak dibudidayakan oleh para petani dan masyarakat lainnya terutama yang memiliki Hoby atau juga sebgai usaha Bisnis untuk mencari dan menambah Pendapatan. Usaha Budidaya Ikan Emas yang dilaksanakan oleh Masyarakat kita juga banyak jenisnya. Mereka masyarakat kita mengusahakan Budidaya Ikan Emas karena Ikan ini banyak disukai oleh Konsumen karena Rasanya yang enak dan nikmat sehingga harga jualnyapun cukup menggembirakan.

Ikan Mas ini  hidup disuatu perairan bebas pada sungai berarus tenang sampai sedang dan area perairan air tawar lainnya, seperti di pinggiran sungai, danau dan waduk. Ikan ini menempati perairan dengan kedalaman yang dangkal sampai sedang, dapat hidup dan berkembang biak diwilayah perairan dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Ikan Mas menyukai perairan yang agak hangat dan keruh yang banyak menyediakan pakan alami. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.

 Tempat yang paling disukai oleh Ikan emas ini biasanya pada suatu perairan yang sifatnya Tawar di area kecil namun cukup dalam dan tempatnya agak terlindung oleh pohon yang rindang juga banyak ditemui dipinggiran sungai yang banyak pelindung termasuk juga di danau yang banyak ditumbuhi pohon teratai. Ikan ini memang suka pada keadaan yang demikian dikarenakan tempat seperti itu banyak ditemukan berbagai makanan alami baik plankton zooplangton maupun phytoplankton disamping sebagai tempat untuk memijah.

karena sifatnya yang demikian dan rasanya juga nikmat sehingga Ikan ini banyak disukai oleh masyarakat sebagai konsumen. Oleh Karena itu Budidaya Ikan emas sangat baik dan merupakan peluang yang sangat tepat dalam menghadapi situasi jaman sekarang akibat kenaikan BBM pada beberapa hari yang lalu. Untuk anda yang sedang mengalami kesulitan dalam meningkatkan perekonomian atau penoingkatan pendapatan keluarga maka budidaya Ikan Emas sangat menjanjikan.


Ikan emas juga jenisnya bermacam macam yaitu Ikan emas Konsumsi dan juga Ikan emas hias. Ikan emas konsumsi terdiri dari 

1. Ikan Mas Punten
 2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya 
3. Ikan Mas Taiwan 
4. Ikan Mas Merah 
5. Ikan Mas Majalaya 
6. Ikan Mas Yamato 
7. Ikan Mas Lokal  dll

sedangkan Ikan Emas Hias terdiri dari
1. Ikan Mas Kumpay 
2. Ikan Mas Kancra Domas 
3. Ikan Mas Kaca 
4. Ikan Mas Fancy 
5. Ikan Mas Koi  dan masih banyak lagi

Karena masyarakat Indonesia dan luar negeri juga suka dengan Ikan Emas baik sebagi konsumsi maupun untuk hiasan maka kesempatan untuk melakukan Budidaya sebagai usaha meningkatkan pendapatan ini sangat cocok bila kita lakukan

Kamis, 05 Januari 2017

BUDIDAYA TERIPANG (Hulothuria Scabra)

Teripang  atau ketimun laut yang digolongkan ke dalam kelas Holothuridea merupakan satu di antara hewan laut yang dimakan dan mempunyai prospek cerah sebagai bahan ekspor yang permintaannya semakin besar, terutama dalam bentuk kering dan asapan. Permintaan Teripang Mulai membludak dan bisnis ini sebenarnya adalah potensial. Dan nelayan teripang selama ini belum terlalu mengenal tentang jenis teripang.
Selama ini  produksi teripang umumnya diperoleh dari penangkapan di alam yang sumber  dayanya semakin terbatas, sehingga untuk memenuhi volume permintaan pasar dapat ditempuh melalui budi daya.

Budi daya teripang khususnya teripang pasir (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh  masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan inventasi yang diperlukan relatif kecil.

Sifat biologis teripang pasir yang khas adalah hidup pada habibat pasir atau lumpur yang ditumbuhi tanaman lamun pada kedalaman relatif dangkal, dan mengambil makanan yang ada disekitarnya (Filter feeder). Salah satu sifat biologi teripang pasir yang penting diketahui dalam rangka  usaha budidaya adalah: tubuhnya elastis sehingga mudah meluruskan diri  melalui celah-celah yang sangat sempit. Berdasarkan sifat biologi teripang, wadah budi daya yang cocok adalah kurung tancap (hampang) memagar keliling habitat asli teripang dengan waring nilon setinggi 2 m
Usaha  budi daya teripang di dalam kurung tancap selain menjaga kelestarian sumberdayanya, juga merupakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pantai  yang dapat memberi nialai tambah dalam peningakatan kesejahteraan.

LOKASI
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budi daya teripang adalah:
  1. Dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditunbuhi tanaman lamun (rumput lindung)
  2. Terlindung dari angin kencang dan arus/gelombang yang kuat
  3. Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau
  4. Kedalaman perairanlokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna
  5. Mutu air: salinitas 24-33 ppt, kecerahan 50-150 cm, suhu 25-30°C
KONTRUKSI KURUNG TANCAP
Bahan
  1. Balok berukuran (5x7x200) cm
  2. Waring nilon ukuran mata 0,2 cm
  3. Tali ris dari nilon
  4. Tali pengikat atau paku anti karat
  5. Papan yang tahan air
CARA PEMASANGAN
Tiang dipancang pada dasar perairan sedalam 0,5 m
  1. Bagian tiang yang berada di atas permukaan sebagai tempat melekatkan waring 
  2. Waring yang telah dilengkapi dengan tali ris disambung dengan papan
  3. Papan yang telah disambung dengan waring dibalut lalu ditanam ke dalam lumpur (30 cm)
  4. Bila tidak ada papan bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur  sedalam 30 cm kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15  cm
  5. Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan
PEMILIHAN BENIH
  1. Pilih benih yang seragam baik jenis maupun ukuran
  2. Benih yang baik adalah tubuhnya berisi dan tidak cacat
  3. Hindari benih yang diangkut dalam waktu lama (lebih 1 jam) dan dalam keadaan bertumpuk (padat)
  4. Hindari benih yang telah mengeluarkan cairan berwarna kuning
  5. Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari atau pada saat suhu rendah dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistem pengangktan terbuka
TEKNIK BUDIDAYA
  1. Benih teripang dengan berat awal 40-60 g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m2.
  2. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada suhu rendah.
  3. Sebelum benih ditebar ke dalalm kurung tancap, adaptasikan terlebih dahulu agar dapat diketahui vitalitas maupun jumlah benih.
  4. Selama pemeliharaan diberikan kotoran ayam atau kotoran ayam yang  dicampur dedak halus sebanyak 0,1 kg/m2 setiap minggu sekali. Kotoran  ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih dan  diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung dan lakukan pada air sururt.
  5. Pada sistem ini teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan karena teripang tersebut berada pada habitat aslinya. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuan diatom yang merupakan makanan utama bagi teripang.
  6. Masa pemeliharaan selama 4-5 bulan.
CARA PANEN
Setelah  dipelihara selama 40-5 bulan, teripang telah mencapai ukuran konsumsi  (300-500 g), teripang siap dipanen. Panen dilakukan pada ssat air surut  terendah, dan dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau lumpur. Untuk mengetahui apakah teripang sudah  terpanen semuanya, dilakukan pengecekan pada air pasang, karena teripang  senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.

PENGOLAHAN
Cara pengolahan teripang tidak sama dengan komoditas perikanan lainnya,  karena teripang tidak dikomsumsi dalam bentuk segar atau dalam bentuk kering atau apapun.
Mula-mula teripang segar  dibersihkan isi perutnya dengan cara menusuk-nusukan lidi pada bagian  anusnya, kemudian bagian perutnya dibelah sepanjang ± 5-10 cm untuk mengeluarkan isi perut yang masihn tersisa (sesuaikan dengan ukuran) kemudian dibilas dengan air bersih. Setelah itu teripang direbus selama  30 menit sampai matang. Untuk membersihkan kulit dapat direndam dengan NaOH, KOH,  CaCO3, atau dengan bahan alami seperti parutan pepaya muda selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan pengeringan atau pengasapan untuk mengurangi kandungan airnya.

Pengeringan dapat  dilakukan dengan sinar matahari atau oven dengan menggunakan bahan bakar
 berupa kayu keras, serbuk gergaji terutama dari kayu ulin dan sabut  kelapa. Namun yang terbaik adalah dengan menggunakan serbuk gergaji kayu  ulin karena mempunyai warna dan aroma yang  baik, sehinggamutu dan harganya lebih tinggi. Hasil pengeringan dengan sinar matahari mempunyai
 mutu yang lebih rendah, karena biasanya berbau amis. Mutu teripang yang  baik adalah mempunyai berat 40% dari berat segar.

Harga  teripang olahan di pasaran sangat dipengaruhi ukuran dan mutu pengeringannya. Teripang dalam bentuk asapan dengan aroma yang baik harganya lebih mahal dibandingkan dengan teripan kering.

Rabu, 04 Januari 2017

SISTIM PENYULUHAN

SISTIM PENYULUHAN
I.     PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang
Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan, mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Penyuluhan perikanan merupakan salah satu cara yang bersifat nonformal untuk para pembudidaya dan keluarganya. Keberadaan penyuluh perikanan berperan sebagai dinamisator, fasilitator, maupun motifator dan menjadi mitra sejati yang sangat diperlukan oleh masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan.                                                  Keberadaan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan perikanan yang dilakukan dengan tujuan menumbuh kembangkan pola pikir dan keterampilan masyarakat sasaran penyuluhan, tidak terlepas dari peran seorang penyuluh yang dapat melakukan kegiatan penyuluhan yang terencana dan dilaksanakan secara sistematis. Agar sasaran untuk mencapai target peningkatan dibidang pengetahuan sikap dan keterampilan melalui pelayanan dan memberikan penyuluhan kepada nelayan dan pelaku budidaya sebagai pelaksana dalam kegiatan usaha yang mereka jalankan.  Penyuluhan merupakan salah satu kegiatan yang menunjang keberhasilan perkembangan perikanan. kegiatan penyuluhan juga bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku perikanan dan keluarganya melalui peningkatan produksi perikanan. Peran serta tersebut dapat ditingkatkan dengan perubahan perilaku nelayan setelah mereka menerima materi ajaran yang disampaikan oleh penyuluh sehingga usaha di bidang perikanannya dapat diarahkan selain untuk meningkatkan produksi juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraanya.                                                                       
Penyelenggaraan penyuluhan perikanan melalui tahapan yaitu mengikuti seluruh kegiatan penyuluh di daerah tersebut. Penyuluhan Perikanan ini disusun berdasarkan pengumpulan, pengolahan dan analisa data mengenai keadaan dan masalah usaha perikanan di kabupaten atau kecamatan tersebut  dari keadaan dan masalah tersebut kemudian dirumuskan tujuan dan cara pencapaian tujuan agar harapan dari semua unsur yang terlibat dapat terealisasikan sehingga pelaku utama dan pelaku usaha memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap serta mampu mencapai kehidupan yang sejahtera.

b.      Tujuan
a.    Untuk mempelajari sistem penyuluhan.
b.   Untuk mempelajari kegiatan penyuluhan di Kecamatan.



2. TINJAUAN PUSTAKA

 a.   Sistem Penyuluhan
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada Bab I Pasal 1 disebutkan bahwa sistem penyuluhan adalah seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Terdapat empat komponen utama dalam sistem peyuluhan perikanan. Komponen tersebut yaitu mengembangkan dan membangun kelembagaan penyuluhan yang kondusif dari tingkat  pusat sampai desa, penyelenggaraan penyuluhan yang  partisipatif dan akomodatif, penyediaan Ketenagaan penyuluh perikanan yang profesional dan cukup jumlah, baik penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS), penyuluh swadaya, maupun penyuluh swasta, menciptakan dan membangun kolaborasi dalam memfasilitasi sarana dan pembiayaan antara pusat, daerah, swasta,  dan pelaku utama.

b.Kelembagaan Penyuluhan
Berdasarkan UU SP3K 2006, kelembagaan penyuluhan terdiri atas : kelembagaan penyuluhan pemerintah, kelembagaan penyuluhan PNS, kelembagaan penyuluhan swadaya dan kelembagaan penyuluhan swasta.
Kelembagaan penyuluh perikanan terdapat ditingkat pusat, provinsi, kebupaten/kota, dan unit kerja lapangan. Penyuluh perikanan pusat dilaksanakan oleh unit kerja yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penyuluhan perikanan pada Kementrian Kelautan dan Perikanan. Penyuluh perikanan daerah dilaksanakan oleh unit kerja yang mempunyai tugas dan fungsi dibidang penyuluhan perikanan pada salah satu dinas yang terkait erat dengan bidang perikanan. Kelembagaan penyuluhan perikanan di daerah tersebut dibentuk di provinsi, kabupaten/kota dan unit Kerja Lapangan.




c.       Ketenagaan Penyuluh
Penyuluh perikanan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penyuluhan perikanan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban secara penuh yang diberikan oleh pejabat yang berwenang- (PERMEN PAN No.19 Tahun 2008). Menurut Pusdiklat KP (2003), pelaku penyuluh perikanan, meliputi:
a)      Penyuluh Fungsional adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat oleh pejabat yang berwenang dalam jabatan fungsional penyuluh.
b)      Penyuluh Non Fungsional adalah pegawai negeri sipil bukan pejabat fungsional penyuluh yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan tugas penyuluh perikanan.
c)      Penyuluh Tenaga Kontrak adalah tenaga profesional yang diberi tugas dan wewenang oleh pejabat yang berwewenang untuk melaksanakan tugas penyuluhan perikanan dalam suatu ikatan kerja selama jangka waktu tertentu (kontraktual).
d)     Penyuluh Swasta adalah seseorang yang diberi tugas oleh perusahaan yang terkait dengan usaha perikanan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melaksanakan tugas penyuluhan perikanan.
e)      Penyuluh Mandiri adalah seseorang atas kemauan sendiri melaksanakan penyuluhan perikanan dan
f)       Penyuluh Kehormatan adalah seseorang yang bukan petugas penyuluh perikanan yang karena jasanya diberi penghargaan sebagai penyuluh kehormatan oleh menteri berdasarkan rekomendasi kepala dinas dan wakil masyarakat.

d.      Penyelenggaraan Penyuluhan
Penyuluhan Perikanan adalah pendidikan non formal yang ditujukan kepada masyarakat khususnya nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan serta keluarganya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta motivasi dalam bidang perikanan. Penyelenggaraan penyuluhan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian/perikanan oleh penyuluh kepada pembudidaya/nelayan beserta dengan keluarganya baik secara langsung maupun secara tidak langsung, agar mereka menjadi mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru (Poernomo, 2004).
Penyelenggaraan penyuluhan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian/perikanan oleh penyuluh kepada nelayan/pembudidaya beserta dengan keluarganya baik secara langsung maupun secara tidak langsung, agar mereka menjadi mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru (Poernomo, 2004).

e.  Penyuluhan Perikanan
Pengertian Penyuluhan Perikanan
Penyuluhan Perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka tau, mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (UU RI No.16 Tahun 2006).
Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Per.13/Men/2011 tentang penyuluhan perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup di bidang perikanan.
Tujuan dan Fungsi Penyuluhan
Tujuan Penyuluhan Perikanan adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, sikap, dan motivasi masyarakat, khususnya nelayan, pembudidaya, pengolah ikan dan keluarganya, terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya (KEPMEN No.44 Tahun 2002).
Adapun Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang tujuan pengaturan sistem penyuluhan meliputi pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan modal sosial, yaitu:
a.         Memperkuat pengembangan pertanian, perikanan, serta kehutanan yang maju dan modern dalam sistem pembangunan yang berkelanjutan.
b.        Memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran, dan pendampingan serta fasilitasi.
c.         Memberikan kepastian hukum bagi terselenggaranya penyuluhan yang produktif, efektif, efisien, terdesentralisasi, partisipatif, terbuka, berswadaya, bermitra sejajar, kesetaraan gender, berwawasan luas ke depan, berwawasan lingkungan, dan bertanggung gugat yang dapat menjamin terlaksananya pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.
d.        Memberikan perlindungan, keadilan, dan kepastian hukum bagi pelaku utama dan pelaku usaha untuk mendapatkan pelayanan penyuluhan serta bagi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan.
e.         Mengembangkan sumber daya manusia, yang maju dan sejahtera, sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Fungsi sistem penyuluhan menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 meliputi:
a.         Memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha.
b.        Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.
c.         Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha.
d.        Membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha.

e.         Menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan.